Dasar-Dasar Manajemen Desain

Desain harus dikelola secara lebih efektif. Pernyataan bahwa suatu desain adalah kegiatan kreatif dimana manajemen tidak dapat diterapkan, adalah tidak benar. Tugas-tugas yang lebih kompleks, seperti perencanaan, pembukaan dan pengoperasian pabrik baru atau pengembangan pangsa pasar baru, dapat dikelola dengan sukses dengan manajemen yang baik. Perusahaan perlu menerapkan manajemen proses desain dan mahasiswa juga perlu menerapkan rnanajemen proyek dengan kepatuhan yang sama.

Materi yang lebih lengkap dapat di download di materi  DASAR-DASAR MANAJEMEN DESAIN.

Iklan

3 Responses to Dasar-Dasar Manajemen Desain

  1. Margo.16.00115 says:

    Dari yang saya baca QFD sangat membantu banyak dalam pekerjaan desainer, dan juga memiliki banyak kelebihan. Apakah dalam QFD juga memiliki kekurangan?

    • Kelemahan QFD adalah pada proses dan lingkungan tempat digunakannya. QFD ini membutuhkan proses yang setahap demi setahap. Orientasi hasil hanya akan menjadikan keseluruhan proses menjadi tidak lengkap, bahkan target yang mau dicapai menjadi salah. Selain itu dibutuhkan sampel yang besar untuk dapat mencapai hasil yang mendekati benar. Oleh karena itu QFD sesuai atau lebih tepat untuk industri besar dengan permasalahan desain yang kompleks.

  2. Margo.16.00115 says:

    Apa maksud dari toleransi dalam standart2 kualitas(ISO) yang berbunyi “Kontrol desain harus dapat rnemastikan bahwa toleransi telah memadai untuk mencapai
    kualitas. Toleransi-toleransi tersebut tidak boleh terlalu ketat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: