PLN Tawarkan Listrik Prabayar

Ide atas hal ini tentunya akan mendapatkan respon yang pro dan kontra. Terhadap rencana program “Listrik Pra Bayar” ini, bagaimanakah sikap ataupun pendapat Anda atas kemajuan teknologi yang mengaplikasikan sistim pra bayar atas listrik ini dihubungkan dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini?

Silahkan siapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk uji penulisan essay dalam pertemuan kita di Jumat, 2 Juli 2010, minggu ini.

Selamat Membaca!

Senin, 8 Februari 2010 | 02:34 WIB

Serang, Kompas –¬†Perusahaan Listrik Negara Area Pelayanan Banten Utara menawarkan layanan listrik prabayar bagi pelanggan. Selain memudahkan pelanggan untuk mengatur pemakaian listriknya, program ini juga diarahkan untuk mendorong kebiasaan hemat energi dan menekan tunggakan.

Sejak dikenalkan pada triwulan pertama 2009, jumlah pelanggan listrik prabayar di wilayah PLN Area Pelayanan Jaringan Banten Utara selama tahun 2009 mencapai sekitar 2.800 pelanggan. Hampir 1.500 pelanggan berada di Kota Serang, selebihnya tersebar di Kota Cilegon, serta Anyer dan Cikande, keduanya di Kabupaten Serang. Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

Sikap “Go Green” dan Subsidi BBM

Artikel dalam Kompas Cetak ini menggugah kita untuk bertanya tentang Konsep Pemerintah atas Teknologi dan Pengaruhnya bagi Masyarakat.

Nyatakan Sikap Anda atas kondisi Subsidi BBM  vs Sikap Go Green ini!

Jumat, 25 Juni 2010 | 04:20 WIB

STEFANUS OSA

Setiap produsen kendaraan bermotor yang ikut ajang Indonesia International Motor Show, yang bakal digelar ke-18 kalinya di Pekan Raya Jakarta, 23 Juli-1 Agustus 2010, ingin produknya dilirik dan laku. Namun, adakah mereka peduli terhadap emisi gas karbon dari kendaraan yang mereka produksi?

Konsumen kini semakin cerdas. Ini setidaknya terungkap dalam sebuah tes sederhana terhadap konsumen pada pertengahan Juni 2010. Maria, ibu rumah tangga yang tinggal di Jakarta, misalnya, terkesima melihat mobil sedan yang baru beberapa bulan diluncurkan. Pertanyaan pertama, berapa harga jual mobil itu?

Pertanyaan berikutnya, Baca pos ini lebih lanjut

Teknologi dan Perdagangan Bebas Cina-ASEAN

Silahkan Anda memberikan komentar atas Artikel di bawah ini, yang bersumber dari Kompas Cetak edisi Selasa, 23 Maret 2010 | 13:54 WIB.

Tanggapan atas artikel ini yang dimasukkan dalam kolom Komentar pada bagian bawah artikel ini akan dianggap sebagai bentuk kehadiran atas Perkuliahan Minggu Ke-dua ini, yakni pada tanggal 4 Juni 2010.

Demikian untuk dapat dicermati dan menjadi bahan diskusi kita minggu depan! Selamat Belajar!

SURABAYA,KOMPAS – Seiring pemberlakuan perjanjian pasar bebas ASEAN-China di Indonesia, Pemprov Jatim mempertegas masuknya barang impor ke wilayah ini. Jika ditemukan barang impor ilegal atau mengandung zat-zat berbahaya, Gubernur Jatim Soekarwo menginstruksikan agar barang-barang tersebut langsung dibakar.

“Pengawasan masuknya barang-barang impor ilegal maupun berbahaya dilakukan di pintu-pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara internasional. Begitu ditemukan barang impor ilegal atau mengandung zat-zat berbahaya, seperti jamur, merkuri, atau pestisida berbahaya, barang tersebut segera dibakar,” kata Soekarwo, Senin (22/3) di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Surabaya.

Untuk memperketat pengawasan barang-barang impor yang masuk ke Jatim, Pemprov membentuk tim khusus dengan merangkul beberapa lembaga. Lembaga tersebut seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Karantina, Kepolisian Daerah Jatim, Bea Cukai, dan berbagai laboratorium di Jatim. “Saat ini tim sedang mematangkan rencana dan pekan depan tim pengawas akan mulai bekerja,” kata Soekarwo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Zainal Abidin menambahkan, selain pemusnahan barang-barang impor ilegal atau berbahaya, pengimpor barang tersebut juga akan dikenai sanksi administratif dan pidana. “Siapa pun yang terbukti memasarkan produk-produk impor berbahaya akan dikenai sanksi adminitratif maupun pidana sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan,” katanya.

Berlaku di pusat perbelanjaan

Berdasarkan UU tersebut, begitu ditemukan barang-barang impor yang ilegal atau mengandung zat-zat berbahaya, langsung disita dan memusnahkan.

Selain pengawasan di pelabuhan dan bandara, pengawasan barang-barang impor juga dilakukan di pusat perbelanjaan, baik mal maupun pasar tradisional. Pemeriksaan akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Selain itu, pemeriksaan juga akan dilakukan di pintu- pintu masuk barang impor, seperti pelabuhan dan bandara. “Dari pengalaman beberapa waktu lalu, sebagian produk impor China terbukti mengandung zat-zat berbahaya, seperti melamin. Dengan berlakunya pasar bebas, produk yang masuk akan semakin banyak dan beragam sehingga kami harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Zainal.

Selain mengantisipasi masuknya barang impor yang mengandung zat-zat berbahaya, Disperindag Jatim juga akan menyelidiki barang-barang impor ilegal. Beberapa produk makanan impor yang perlu pengawasan ketat, antara lain permen, makanan, minuman, dan kosmetik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, nilai impor Jatim pada Januari 2010 mencapai 1.124,05 juta dollar AS. Jika dibandingkan dengan nilai impor bulan Desember 2009, impor Jatim naik sebesar 27,15 persen dari nilai impor Desember 2009 sebesar 884,01 juta dollar AS.

Pemberlakuan perjanjian pasar bebas ASEAN-China tampaknya mulai mendongkrak kenaikan barang impor ke Indonesia. Sampai bulan Maret 2010, negara China masih menjadi pengimpor terbesar di Jatim yang kemudian disusul Amerika Serikat dan Thailand.

Gelombang impor ke Indonesia semakin besar setelah pemberlakuan perjanjian pasar bebas ASEAN-China awal 2010 lalu. Karena itu, pemerintah memperketat pengawasan barang-barang impor yang masuk ke Jatim. (ABK)