Teknologi dan Perdagangan Bebas Cina-ASEAN

Silahkan Anda memberikan komentar atas Artikel di bawah ini, yang bersumber dari Kompas Cetak edisi Selasa, 23 Maret 2010 | 13:54 WIB.

Tanggapan atas artikel ini yang dimasukkan dalam kolom Komentar pada bagian bawah artikel ini akan dianggap sebagai bentuk kehadiran atas Perkuliahan Minggu Ke-dua ini, yakni pada tanggal 4 Juni 2010.

Demikian untuk dapat dicermati dan menjadi bahan diskusi kita minggu depan! Selamat Belajar!

SURABAYA,KOMPAS – Seiring pemberlakuan perjanjian pasar bebas ASEAN-China di Indonesia, Pemprov Jatim mempertegas masuknya barang impor ke wilayah ini. Jika ditemukan barang impor ilegal atau mengandung zat-zat berbahaya, Gubernur Jatim Soekarwo menginstruksikan agar barang-barang tersebut langsung dibakar.

“Pengawasan masuknya barang-barang impor ilegal maupun berbahaya dilakukan di pintu-pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara internasional. Begitu ditemukan barang impor ilegal atau mengandung zat-zat berbahaya, seperti jamur, merkuri, atau pestisida berbahaya, barang tersebut segera dibakar,” kata Soekarwo, Senin (22/3) di Kantor Gubernur di Jalan Pahlawan, Surabaya.

Untuk memperketat pengawasan barang-barang impor yang masuk ke Jatim, Pemprov membentuk tim khusus dengan merangkul beberapa lembaga. Lembaga tersebut seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Badan Karantina, Kepolisian Daerah Jatim, Bea Cukai, dan berbagai laboratorium di Jatim. “Saat ini tim sedang mematangkan rencana dan pekan depan tim pengawas akan mulai bekerja,” kata Soekarwo.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur Zainal Abidin menambahkan, selain pemusnahan barang-barang impor ilegal atau berbahaya, pengimpor barang tersebut juga akan dikenai sanksi administratif dan pidana. “Siapa pun yang terbukti memasarkan produk-produk impor berbahaya akan dikenai sanksi adminitratif maupun pidana sesuai Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan,” katanya.

Berlaku di pusat perbelanjaan

Berdasarkan UU tersebut, begitu ditemukan barang-barang impor yang ilegal atau mengandung zat-zat berbahaya, langsung disita dan memusnahkan.

Selain pengawasan di pelabuhan dan bandara, pengawasan barang-barang impor juga dilakukan di pusat perbelanjaan, baik mal maupun pasar tradisional. Pemeriksaan akan dilakukan secara rutin setiap bulan.

Selain itu, pemeriksaan juga akan dilakukan di pintu- pintu masuk barang impor, seperti pelabuhan dan bandara. “Dari pengalaman beberapa waktu lalu, sebagian produk impor China terbukti mengandung zat-zat berbahaya, seperti melamin. Dengan berlakunya pasar bebas, produk yang masuk akan semakin banyak dan beragam sehingga kami harus meningkatkan kewaspadaan,” kata Zainal.

Selain mengantisipasi masuknya barang impor yang mengandung zat-zat berbahaya, Disperindag Jatim juga akan menyelidiki barang-barang impor ilegal. Beberapa produk makanan impor yang perlu pengawasan ketat, antara lain permen, makanan, minuman, dan kosmetik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, nilai impor Jatim pada Januari 2010 mencapai 1.124,05 juta dollar AS. Jika dibandingkan dengan nilai impor bulan Desember 2009, impor Jatim naik sebesar 27,15 persen dari nilai impor Desember 2009 sebesar 884,01 juta dollar AS.

Pemberlakuan perjanjian pasar bebas ASEAN-China tampaknya mulai mendongkrak kenaikan barang impor ke Indonesia. Sampai bulan Maret 2010, negara China masih menjadi pengimpor terbesar di Jatim yang kemudian disusul Amerika Serikat dan Thailand.

Gelombang impor ke Indonesia semakin besar setelah pemberlakuan perjanjian pasar bebas ASEAN-China awal 2010 lalu. Karena itu, pemerintah memperketat pengawasan barang-barang impor yang masuk ke Jatim. (ABK)

Iklan

17 Responses to Teknologi dan Perdagangan Bebas Cina-ASEAN

  1. aditya despro 00164 says:

    kalo memang perdagangan merugikan bagi pihak Indonesia, lebih baik segera di hanguskan karena tidak mungkin generasi penerus bangsa harus hancur. selain itu pemilihan SDM dlam pmbentukan tim khusus harus dengan cermat agar tidak terjadi penyelundupan secara ilegal oleh pihak2 yg tidak bertanggung jawab..

  2. rizal says:

    menurut saya dari pihak pelabuhan dan bea cukai perlu diperbaiki lebih baik karna sangat mudah memasukkan barang ilegal apalagi ada “ongkos” masuknya…
    jika kualitas barang dari china bagus berkualitas dapat bermanfaat dan juga ti dak merugikan bangsa kenapa tidak ?…
    mungkin produk indonesia kelak akan membalas pasar export import dari china tapi kapan ya…?

  3. dalam kasus di atas dapat diantisipasi dengan baik, akan tetapi jika pun barang import tersebut tetap bisa masuk ke pasar jawa timur, para konsumen dapat dirugikan dengan hal tersebut. menurut UU no.8 th.1999 tentang perlindungan konsumen, dijelaskan bahwa jika konsumen dirugikan dngan produk tersebut dapat diperkarakan ke meja hijau. karena penjual atau pun distributor dapat merugikan konsumen dengan menjual atau memasarkan produk “gagal” tersebut.

  4. HENNING.A says:

    pa’,jika saya boleh berkomentar,….
    saya setuju dengan tindakan pa’karwo tersebut,
    karena menurut saya, jika tidak ditindaklanjuti maka dapat berdampak mengerikan, antara lain pendapatan negara akan devisit.
    tapi, saya tidak menyetujui adanya CAFTAtsb.
    karena menurut saya, jika dilihat dari sebelah mata, pasar bebas akan melahirkan kemakmuran bagi ummat manusia, khususnya bagi Negara-negara berkembang. sedangkan dan Logika kesepakatan perdagangan bebas yang dibangun dengan Cina tersebut, tidak lebih dari upaya Negara-negara maju dalam memperluas pangsa pasar produknya, yang mana disisi lain justru mematikan indsutri domestic Negara berkembang.
    jadi siapa yang diuntungkan?
    Satu hal yang perlu dikedepankan dalam CAFTA adalah tidak ada sektor yang tidak terpengaruh oleh pasar yang menjadi lebih terbuka lagi dari sebelumnya, kecuali sektor yang memang belum dibuka, namun itupun hanya soal waktu saja. Sehingga, sektor telekomunikasi pun akan sedikit banyak terpengaruh dengan pasar yang kian bebas, fokusnya terutama adalah serbuan produk-produk China yang bisa dinilai merugikan, namun dapat dianggap juga “menguntungkan”.
    “Dengan pasar bebas, maka industri raksasa internasional (MNC/TNC) yang berada di bawah kendali mereka, akan lebih leluasa melakukan take-off kekayaan alam dunia ketiga. Namun sebaliknya, indsutri Negara berkembang, termasuk Indonesia, justru akan mengalami kemunduran dan colaps akibat kalah bersaingnya komoditas produk luar yang tentu saja jauh lebih murah.”(teori Smith dan Ricardo).

    cukup dari saya pa’,
    mohon diberi penilaian atas komentar saya…

  5. inggit devianita says:

    Padahal kalo dipikir indonesia punya SDA dan SDM yang melimpah tapi kenapa masih tertarik dengan barang impor yang notabene berbahaya…
    Selain itu juga merugikan devisit negara,, dan penggunaannya tidak efektif..
    kapan Indonesia bisa maju kalo pemikiran masyarakat dan pemerintah masih cenderung glamour dan penuh dengan gengsi memakai produk dalam negeri….

    INGGIT DEVIANITA
    NPM : 06.2010.1.05634
    TEKNIK INFORMATIKA

  6. surya wijaya ang (05599) says:

    barang impor boleh2 saja tapi lihat dulu kualitas barang apa layak dipakai atau hanya jadi biang kerugian negara. jangan nantinya indonesia malah jadi sampah dunia yang hanya main buang produk beracun aja….
    untuk pemerintah butuh tindakan yang lebih ketat dan pengawasan yang lebih jeli lagi….thank’s

    SURYA WIJAYA ANG
    06.2010.1.05599
    TEKNIK INFORMATIKA

  7. Ria Nur Shabrina says:

    pemerintah seharusnya berperan aktif terhadap masuknya barang-barang impor ke Indonesia, karena banyak masyarakat yg belum mengetahui betapa bahanyanya kandungan zat-zat kimia yg terdapat di dalam barang-barang tersebut….

    RIA NUR SHABRINA
    NPM : 06.2010.1.05704
    TEKNIK INFORMATIKA

  8. DHIKI FIRDAUS says:

    sistem yang dilakukan oleh pemerintah jawa timur itu bagus namun,
    apa bila hanya di ucap bukan dilaksanakan,itu sama saja bohong…

    DHIKI FIRDAUS
    NPM : 06.2010.1.05685
    TEKNIK INFORMATIKA

  9. serfi 06.2010.1.05632 says:

    saya ingin mengomentari 5 komentar di atas maap ye ^-^ apa produk yang kalian pake udah made in INDONESIA semua ????????? pasti kalian muampunya hp kn ? itu buatan mana ? impor lagi impor lagi belum yang lain lain, trus trang aja ane juga pake barang impor, kita sebagai pemuda indonesia yg beruntung mengenyam pendidikan harus mampu menjadi pelopor pengguna produk dalam negeri “made in indonesia” smangat 45 berkibar lagi nichhhhh,yah untuk tmen tmen kmentarnya ckup.

    for artikelnya teknologi-dan-perdagangan-bebas-cina-asean :jika kita sadar dan menempatkan produk dalam negeri nomer satu sebagai suatu konsumsi pastilah perdagangan tersebut takakan mengusik perekonomian kita, mengapa negara kita di minati para pelaku perdagangan bebas ? karena masyarakat sangat konsumtif terhadap barang impor, alsanya karena lebih murah dan kualitaasnya pun samadan satu lagi untuk gaya padahal nggak tahu apa maksudnya heheheh. nah , ini adalah sikap masyarakat indonesia saat ini.

    dari tulisan saya yang ruei itu saya simpulkan : jika rakyat indonesia memakai produk indonesia pastilah perdagangan bebas atau apapun jenisnya tak akan berpengaruh bagi perekonomian kita, intinya adalah kita harus sadar dan yakin produk indonesia adalah nomer satu

  10. surya wijaya ang says:

    maaf untuk serfi, bkannya saya mengelak tentang kesimpulan anda tapi menurut anda bagaimana kita bisa sadar ‘n yakin klo produk indonesia dikatakan no.1 sedangkan barang yang tersedia di pasar2 jauh dari standar kualitas…
    mungkin masyarakat harus berpikir lebih untuk memakai barng dlam negeri yg kualitas brang mash jauh dripda brang2 yg beredar di pasr internasional…..atau khususnya pasar ASEAN…

  11. dodi suripto says:

    buat mas surya ——-
    tak semua barang yang ada di pasar indonesia yang made in indonesia jauh dari standart,,
    buktinya baru baru ini indonesia ikut serta dalam “Zagreb International Autumn Fair 2010” di budapest,kroasia, Event ini merupakan salah satu
    pameran internasional tahunan terbesar di Negara Kroasia dalam event ini tersedia berbagai macam jenis produk seperti misalnya: Textile dan Apparel, Consumer Goods, Furniture, Processing, IT equipments,
    Construction, dll, dimana menempati area seluas 65,000 m dengan diikuti oleh 500 (lima
    ratus) peserta pameran dari 18 (delapan belas) negara, diantaranya yaitu: Austria, Bosnia
    Hercegovina, Croatia, Republik Afrika Selatan, Polandia, Republik Slovakia, India, China,
    Mesir dan Indonesia.
    Selama pameran berlangsung terdapat 16 (enam belas) permintaan (yang di tujukan pada indonesia)dagang dari beberapa
    perusahaan di Croatia dan negara tetangganya, yaitu: Bosnia dan Herzegovina. Adapun
    produk produk yang banyak diminati antara lain adalah berupa: produk furniture, tekstil dan
    garment baik dari bahan kulit, katun dan sutera, perhiasan dari bahan perak, kerang dan koral,
    juga produk karet sebagai bahan pembuat ban, dengan estimasi nilai kontrak sebesar US $
    90.500 (trial order).
    Sumber: ITPC Budapest, Hongaria
    Disunting oleh Pusat Humas Kementerian Perdagangan http://www.depdag.go.id/#

    jadi jika anda berkata barang yang ada di pasar jauh dari standart,saya kurang setuju. buktinya masih order dari luar negeri, jika orang luar negeri saja tertarik kenapa kita tidak ? apakah harus menunggu klaim dari negara lain ? baru kita menyadri jika produk kita itu bagus. sungguh ironis

    thanks,produk indonesia adalah nomer satu

  12. serfi 06.2010.1.05632 says:

    dodi suripto :
    buat mas surya ——-
    tak semua barang yang ada di pasar indonesia yang made in indonesia jauh dari standart,,
    buktinya baru baru ini indonesia ikut serta dalam “Zagreb International Autumn Fair 2010″ di budapest,kroasia, Event ini merupakan salah satu
    pameran internasional tahunan terbesar di Negara Kroasia dalam event ini tersedia berbagai macam jenis produk seperti misalnya: Textile dan Apparel, Consumer Goods, Furniture, Processing, IT equipments,
    Construction, dll, dimana menempati area seluas 65,000 m dengan diikuti oleh 500 (lima
    ratus) peserta pameran dari 18 (delapan belas) negara, diantaranya yaitu: Austria, Bosnia
    Hercegovina, Croatia, Republik Afrika Selatan, Polandia, Republik Slovakia, India, China,
    Mesir dan Indonesia.
    Selama pameran berlangsung terdapat 16 (enam belas) permintaan (yang di tujukan pada indonesia)dagang dari beberapa
    perusahaan di Croatia dan negara tetangganya, yaitu: Bosnia dan Herzegovina. Adapun
    produk produk yang banyak diminati antara lain adalah berupa: produk furniture, tekstil dan
    garment baik dari bahan kulit, katun dan sutera, perhiasan dari bahan perak, kerang dan koral,
    juga produk karet sebagai bahan pembuat ban, dengan estimasi nilai kontrak sebesar US $
    90.500 (trial order).
    Sumber: ITPC Budapest, Hongaria
    Disunting oleh Pusat Humas Kementerian Perdagangan http://www.depdag.go.id/#
    jadi jika anda berkata barang yang ada di pasar jauh dari standart,saya kurang setuju. buktinya masih order dari luar negeri, jika orang luar negeri saja tertarik kenapa kita tidak ? apakah harus menunggu klaim dari negara lain ? baru kita menyadri jika produk kita itu bagus. sungguh ironis
    thanks,produk indonesia adalah nomer satu
    serfi imanan
    06-2010-1-05632

  13. Karta wijaya says:

    Menanggapi komentar dari Surya, memang produk Indonesia belum bisa dikatakan no.1, tetapi produk Indonesia tidak kalah dengan produk impor. Hanya saja produk Indonesia belum bisa bersaing dlm masalah harga, hal itu dikarenakan harga bahan untuk produksi sangat mahal. Misalnya untuk pembuatan kursi dari rotan banyak para perajin rotan yg terganjal masalah bahan untuk produksi dan akhirnya produksi terhambat. Sehingga ketika kebutuhan konsumen meningkat konsumenpun lari keproduk impor. Itulah yang sebenarnya menjadi masalah di Negri ini, padahal Indonesia terkenal dengan sumber alam yang melimpah tetapi kenapa bahan yang dibutuhkan untuk bahan dasar produksi sangat mahal.

    Kesimpulan dari tanggapan di atas sebenarnya Indoesia memiliki SDA yg melimpah dan SDM sangat baik tetapi semua itu tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, karena memang tidak tersedianya wadah yang cukup untuk memaksimalkan SDA yang kita punya. Oleh karena itu kita sebagai generasi yang memahami masalah tersebut sebaiknya kita tidak boleh hanya mencacat atau mencela pihak yg bersangkutan, seharusnya kita memberi solusi yang menguntungkan dan bisa diterima oleh semua pihak.

  14. Karta wijaya 06.2010.1.05604 says:

    Menanggapi komentar dari Surya, memang produk Indonesia belum bisa dikatakan no.1, tetapi produk Indonesia tidak kalah dengan produk impor. Hanya saja produk Indonesia belum bisa bersaing dlm masalah harga, hal itu dikarenakan harga bahan untuk produksi sangat mahal. Misalnya untuk pembuatan kursi dari rotan banyak para perajin rotan yg terganjal masalah bahan untuk produksi dan akhirnya produksi terhambat. Sehingga ketika kebutuhan konsumen meningkat konsumenpun lari keproduk impor. Itulah yang sebenarnya menjadi masalah di Negri ini, padahal Indonesia terkenal dengan sumber alam yang melimpah tetapi kenapa bahan yang dibutuhkan untuk bahan dasar produksi sangat mahal.

    KARTA WIAJYA
    06.2010.1.05604

    Kesimpulan dari tanggapan di atas sebenarnya Indoesia memiliki SDA yg melimpah dan SDM sangat baik tetapi semua itu tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, karena memang tidak tersedianya wadah yang cukup untuk memaksimalkan SDA yang kita punya. Oleh karena itu kita sebagai generasi yang memahami masalah tersebut sebaiknya kita tidak boleh hanya mencacat atau mencela pihak yg bersangkutan, seharusnya kita memberi solusi yang menguntungkan dan bisa diterima oleh semua pihak.

  15. Karta wijaya 06.2010.1.05604 says:

    Menanggapi komentar dari Surya, memang produk Indonesia belum bisa dikatakan no.1, tetapi produk Indonesia tidak kalah dengan produk impor. Hanya saja produk Indonesia belum bisa bersaing dlm masalah harga, hal itu dikarenakan harga bahan untuk produksi sangat mahal. Misalnya untuk pembuatan kursi dari rotan banyak para perajin rotan yg terganjal masalah bahan untuk produksi dan akhirnya produksi terhambat. Sehingga ketika kebutuhan konsumen meningkat konsumenpun lari keproduk impor. Itulah yang sebenarnya menjadi masalah di Negri ini, padahal Indonesia terkenal dengan sumber alam yang melimpah tetapi kenapa bahan yang dibutuhkan untuk bahan dasar produksi sangat mahal.

    Kesimpulan dari tanggapan di atas sebenarnya Indoesia memiliki SDA yg melimpah dan SDM sangat baik tetapi semua itu tidak bisa dimanfaatkan dengan maksimal, karena memang tidak tersedianya wadah yang cukup untuk memaksimalkan SDA yang kita punya. Oleh karena itu kita sebagai generasi yang memahami masalah tersebut sebaiknya kita tidak boleh hanya mencacat atau mencela pihak yg bersangkutan, seharusnya kita memberi solusi yang menguntungkan dan bisa diterima oleh semua pihak.

    KARTA WIJAYA
    06.2010.1.05604

  16. surya wijaya ang says:

    untuk serfi….
    buat apa punya barang yg diakui diluar negri semntra harganya tidak mampu dijangkau masyarakat menengah-kebawah???apa negara ini dibangun hanya untuk org kaya saja???sementara barang dlam negeri yg dengan harga murah punya kualitas yg sangat tidak memuaskan…???

    untuk karta…
    klo blang mslah wadah, indonesia mempunyai bgni bnyak pulau-pulau yg tak berpenghuni yg bsa digunakan untuk pengelolaan SDA????tpi knpa malah dibiarkan kosong dan dibiarkn dicuri oleh negara lain??

  17. serfi 06.2010.1.05632 says:

    kalau pertanyaan anda “harganya tak mampu di jangkau masyarakat menengah-bwah” mnurut saya itu alsan yang klasik, dan tidak hanya terjadi di negeri kita saja ? negara ini di buat hanya untuk orang kaya ? menurt saya tidak, karena orang kaya terlahir juga dari bantuan-bantuan orang yang kurang kaya,contohnya apa sih barang dlam negeri yg dengan harga murah punya kualitas yg sangat tidak memuaskan ?saya pernah denger ada pengusaha yang tentunya kaya mau beli laptop,kata pengusaha itu jangan beli merek by*n itu jelek, saat itu saya di samping dia terus pertanyaan dalam hati saja , jelek dari mana ? spec nya nggak kalah dari luar kok di bilang jelek , dan selama ini temen temen saya yang pakai merek by*n tak ada yang mengeluh menggunakan produk made in indonesia itu,untuk barang murah/mahal/bagus/jelek itu kan relatif ? kalo selama in saya membeli produk made in indonesia fine fine aja,

    dari pertanyaan anda, barang yg diakui diluar negri semntra harganya tidak mampu dijangkau masyarakat menengah-kebawah dan sementara barang dlam negeri yg dengan harga murah punya kualitas yg sangat tidak memuaskan…,,menurt anda apa langkah real untuk mengubah itu, jika anda bisa berkata seperti itu ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: