PLN Tawarkan Listrik Prabayar

Ide atas hal ini tentunya akan mendapatkan respon yang pro dan kontra. Terhadap rencana program “Listrik Pra Bayar” ini, bagaimanakah sikap ataupun pendapat Anda atas kemajuan teknologi yang mengaplikasikan sistim pra bayar atas listrik ini dihubungkan dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini?

Silahkan siapkan bahan-bahan yang diperlukan untuk uji penulisan essay dalam pertemuan kita di Jumat, 2 Juli 2010, minggu ini.

Selamat Membaca!

Senin, 8 Februari 2010 | 02:34 WIB

Serang, Kompas – Perusahaan Listrik Negara Area Pelayanan Banten Utara menawarkan layanan listrik prabayar bagi pelanggan. Selain memudahkan pelanggan untuk mengatur pemakaian listriknya, program ini juga diarahkan untuk mendorong kebiasaan hemat energi dan menekan tunggakan.

Sejak dikenalkan pada triwulan pertama 2009, jumlah pelanggan listrik prabayar di wilayah PLN Area Pelayanan Jaringan Banten Utara selama tahun 2009 mencapai sekitar 2.800 pelanggan. Hampir 1.500 pelanggan berada di Kota Serang, selebihnya tersebar di Kota Cilegon, serta Anyer dan Cikande, keduanya di Kabupaten Serang.

”Tahun 2009 masih pilot project (proyek percontohan). Menimbang kecenderungan tingginya minat terhadap listrik prabayar, tahun ini kami menargetkan sekitar 18.000 pelanggan baru,” kata Kepala Hubungan Masyarakat PLN Area Pelayanan Jaringan Banten Utara Muharman Sismantho ketika dihubungi, Minggu (7/2).

Harga per kilowatt hour (kWh) daya listrik prabayar ini sama dengan listrik biasa yang pembayarannya di belakang. Hal yang membedakan adalah sistem pembayarannya. Konsumen harus membeli dahulu nominal energi listrik sesuai keinginan.

Nilai nominal itu bervariasi dari Rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000, Rp 200.000, hingga Rp 500.000. Biaya pemasangan bagi pelanggan listrik prabayar ini Rp 420.000 dengan harga alat Rp 400.000-Rp 600.000.

Melalui program listrik prabayar ini pelanggan dapat mengendalikan pemakaian listrik di rumah agar tidak berlebihan. Listrik akan mati apabila limit nominal yang dibeli habis.

”Alat yang dipasang di rumah akan menginformasikan jika sisa nominal tinggal Rp 5.000, pelanggan dapat membeli lagi di loket pembayaran listrik, kantor pos, dan bank,” kata Muharman.

Layanan listrik prabayar ini tidak mengenal istilah hangus. Apabila pemilik rumah sedang ke luar kota dan tidak menyalakan listrik selama sebulan, nilai nominalnya tetap utuh. Demikian pula ketika mengisi lagi, sisa nominal diakumulasikan untuk pemakaian listrik selanjutnya.

Dengan sistem prabayar ini pelanggan tidak perlu khawatir tagihan membengkak akibat tidak terkontrolnya pemakaian listrik. Sebab, melalui alat kWh meter prabayar ini pelanggan dapat melihat jumlah yang sudah dipakai dan yang tersisa.

”Tidak perlu lagi ada petugas pencatat meteran. Juga tidak ada pencabutan karena begitu habis listrik langsung mati dan tinggal beli lagi,” kata Muharman.

Bagi pemilik usaha kontrakan, layanan listrik prabayar ini akan memastikan jaringan listrik di rumah kontrakan tidak dicabut.

Iklan

11 Responses to PLN Tawarkan Listrik Prabayar

  1. dari hal yang disampaikan diatas saya berpendapat bahwa, seharusnya PLN lebih mendahulukan dahulu kinerja PLN untuk saaat ini, karena PLN merupakan sebuah perusahaan tunggal ke listrikan di indonesia, PLN saat ini jika melakukan pemadaman listrik pada konsumen selalu tidak mempertimbangkan dari segi konsumen. karena jika konsumen telat membayar listrik konsumen selalu dikenakan denda sedangkan PLN dengan mudahnya memadamkan listrik dengan alasan yang tidak jelas.
    “Pemerintah memutuskan kenaikan TDL rata-rata 10 persen untuk pelanggan diatas 900 VA, sementara untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA tetap tidak mengalami kenaikan.” yang saya kutip dari http://www.antaranews.com, PLN dan pemerintah lebih bingung dan peduli dengan tarif dasar listrik dibandingkan dengan kualitas dan kesejahteraan masyrakat indonesia.
    mungkin di indonesia perlu ada sebuah perusahaan pesaing PLN agar terjadi perdagangan bebasm sehingga pemerintah dan PLN tidak mendominasi dan memonopoli harga listrik, padahal kualitas pelayanan PLN sangat jauh dari hal yang diharapkan masyarakat indonesia.
    kesimpulan nya, jangan selalu berkutat pada pelayanan yang di buat “indah” padahal tetap selalu memberatkan masyarakat.
    lebih baik membenahi dahulu kinerja PLN agar tercipta sebuah perusahaan yang dapat dipercaya dan dibanggakan oleh masyarakat indonesia

  2. dari hal yang disampaikan diatas saya berpendapat bahwa, seharusnya PLN lebih mendahulukan dahulu kinerja PLN untuk saaat ini, karena PLN merupakan sebuah perusahaan tunggal ke listrikan di indonesia, PLN saat ini jika melakukan pemadaman listrik pada konsumen selalu tidak mempertimbangkan dari segi konsumen. karena jika konsumen telat membayar listrik konsumen selalu dikenakan denda sedangkan PLN dengan mudahnya memadamkan listrik dengan alasan yang tidak jelas.
    “Pemerintah memutuskan kenaikan TDL rata-rata 10 persen untuk pelanggan diatas 900 VA, sementara untuk pelanggan 450 VA dan 900 VA tetap tidak mengalami kenaikan.” yang saya kutip dari http://www.antaranews.com, PLN dan pemerintah lebih bingung dan peduli dengan tarif dasar listrik dibandingkan dengan kualitas dan kesejahteraan masyrakat indonesia.
    mungkin di indonesia perlu ada sebuah perusahaan pesaing PLN agar terjadi perdagangan bebasm sehingga pemerintah dan PLN tidak mendominasi dan memonopoli harga listrik, padahal kualitas pelayanan PLN sangat jauh dari hal yang diharapkan masyarakat indonesia.
    kesimpulan nya, jangan selalu berkutat pada pelayanan yang di buat “indah” padahal tetap selalu memberatkan masyarakat.
    lebih baik membenahi dahulu kinerja PLN agar tercipta sebuah perusahaan yang dapat dipercaya dan dibanggakan oleh masyarakat indonesia.

  3. aditya_despro_00164 says:

    Kalau memang berlaku, ini akan menyulitkan rakyat kecil yang mungkin pemakaian listrik mereka tidak terlalu banyak..
    Selain itu sistem pembayaran yang munkin masih awam dan rumit bagi kalangan ke bawah, harus menjadi pemikiran dan masukan bagi PLN yang akan menggunkan sistem ini.
    terima kasih..

  4. rizal_sn says:

    jika operasional dalam penngisian ulangnya tidak merepotkan warga sih, tidak masalah toh listrik itu dari kita untuk kita juga .
    Tapi kalau dalam pembayarannya cukup rumit hingga membeli voucher , mungkin bisa di dapat di voucher pulsa hp terdekat ….:lightbulb::lightbulb::lightbulb::lightbulb::lightbulb::lightbulb:
    soalnya tak sedikit waarga yang mengeluh akibat voucher yang biasa disediakan di kantor pos dan kantor pln kahabisan jadi perlu di tingkatkan produksi vouchernya ,dengan menggandeng perusahaan indoneisa sendiri tanpa campur tangan negara lain ….setuju..setuju..setuju….:w00t!::w00t!::w00t!:

  5. henning.a (00135) says:

    saya sih setuju-setuju ajah, menurut saya hal tersebut merupakan upaya PLN untuk mengurangi beban mereka, salah-satunya, untuk meminimalisir tunggakan yang dilakukan para pemakai,mengurangi pencurian energi listrik, dan menurut informasi yang ada, penggunaan listrik prabayar masih di gunakan oleh perusahaan2 industri, dan masih belum ditawarkan untuk konsumen rumah tangga. dalam hal tersebut kita juga dapat melihat bahwa penggunaannya juga tidak harus diperuntukkan untuk masyarakat menengah kebawah(kutipan tv-one), jadi dalam hal tersebut PLN memberikan gambaran penggunaan energi listrik ke masyarakat luas. Memberikan hubungan antara energi dengan biaya, Gimana mahalnya harga energi itu.

  6. Affrizal Rizkillah 06.2010.1.05713 T.Informatika says:

    Menurut saya, sistem ini terlalu rumit mungkin bagi kalangan menengah kbawah khususnya orang-orang tua yang telah lama menggunakan sistem yang lama.. pemerintah terkesan tergesa-gesa dalam menjalankan sistem ini… seharusnya masyarakat harus diberi pengarahan lebih lanjut dari pemerintah, tentang tata cara sistem ini. Agar masayarakat tidak terkesan kaget dengan sistem ini, khususnya bagi orang tua yang awam.

  7. surya wijaya ang (05599) says:

    dilihat dari apa yang disampaikan ada baiknya PLN kembali melihat dulu sistem kinerja PLN itu sendiri. sudah cukup memuaskan untuk masyrakat atau belum..???
    dan kalaupun memadai untuk digunakan perlu adanya peninjauan khusus buat masyrakat menengah kebawah. untuk masyarakat mampu mungkin sanggup untuk membeli listrik secara prabayar, tapi bagaimana dengan yang lainnya..??
    pemerintah jangan hanya melihat sisi baiknya saja sementara sisi buruknya dikesampingkan, padahal bisa saja dengan sistem prabayar bukan membuat penghematan energi malah menjadi momok yang menyengsarakan masyrakat terutama masyrakat kecil…
    jangan samakan listrik dengan telepon. telepon digunakan saat dibutuhkan saja sehingga tarif prabayaenya bisa dihemat sedangkan listrik siang dan malam bahkan 24 jam selalu digunakan…..
    untuk pemerintah dan PLN tolong ditinjau kembali masalah ini. thank’s

  8. muslimmuda15 says:

    Rachmad alif firdaus
    06.2010.1.05652
    informatika

    waaa brarti sama aja seperti pulsa donk.

  9. serfi 06.2010.1.05632 says:

    oke PLN Tawarkan Listrik Prabayar hal ini merupakan terobasan baik duntuk mengendelikan penggunaan listrik dalam kehidupan sehari – hari. tapi dengan sistim pembayaran yang menggunakan kartu yang di sebut kartu “KENDALI” ini akan sedikit banyak pasti meberatkan rakyat kecil juga,,,hehehehe ujung – ujngnya rakyat kecil juga,,,,because kartu “KENDALI” ini kan menggunakan sistim prabayar yang nilai nominalnya mulai dari Rp;20000 ____> di desa saya banyak pengguna listrik yang membayar di bawah 20ribu kebanyakan Rp; 8500 – 16000 saya tahu karena ortu pernah jadi pegawai listrik, nah masalahnya jika mebayar 20000rb di muka kan uang sisa ndak bisa di pakai, kan listrik prabayar ini menggunakan sistim seperti pulsa kannnnnnnn,,wah ini sangat tidak menguntungkannnn !!!

    kesimpulan dari komentar yang ruet itu adalah_____________listrik prabayar tak memihak pada rakyat.

  10. Faizal Kurniawan says:

    Kalau menurut saya, antara setuju sama tidak setuju. Apabila pembayaran listrik secara prabayar, masyarakat yang berekonomi rendah akan sedikit kebingungan, karena nominal yang diberikan terlalu besar, sehingga konsumen PLN merasa kesulitan membeli pulsa tersebut. Tidak itu juga apabila pulsa telah habis pada saat kita sangat-sangat membutuhkan listrik terus kita perlu beli pulsa dahulu, tapi kalau tempat pembeliannya jauh, bagaimana??? Padahal saat itu kita perlu adanya listrik. Apalagi pada saat malam hari, tiba-tiba lisrik mati begitu saja karena pulsa habis, terus rumah kita jadi gelap gulita. Memang dengan adanya pembayaran secara prabayar mungkin dapat menghemat pemakaian listrik, karena di suatu sisi kita akan mengecek pulsa tersebut supaya tidak kehabisan pada saat diperlukan, jadi kayak HP yang selalu mengecek pulsa saat habis telepon.

    Faizal Kurniawan
    06.2010.1.05691
    A3-Pagi

  11. Faernando.kurniawan says:

    PLN dan pemerintah lebih bingung dan peduli dengan tarif dasar listrik dibandingkan dengan kualitas dan kesejahteraan masyrakat indonesia.
    mungkin di indonesia perlu ada sebuah perusahaan pesaing antara PLN agar terjadi perdagangan bebas sehingga pemerintah dan PLN tidak mendominasi dan memonopoli harga listrik, padahal kualitas pelayanan PLN sangat jauh dari hal yang diharapkan masyarakat indonesia.
    kesimpulan nya, jangan selalu berkutat pada pelayanan yang di buat “indah” padahal tetap selalu memberatkan masyarakat.
    lebih baik membenahi dahulu kinerja PLN agar tercipta sebuah perusahaan yang dapat dipercaya dan dibanggakan oleh masyarakat indonesia.

    Faernando.k
    06.2010.1.05692

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: